Label 3

Sabtu, 22 Februari 2014

Kemampuan Sistem Politik

Kemampuan Sistem Politik

            Almond dalam bukunya yang berjudul Comparative Politics: A Development Approach membahas mengenai hal kemampuan sistem politik. Dengan mengetahui kemampuan sistem politik, kita dapat menilai apakah sistem politik di suatu negara akan stabil atau tidak. Di samping itu kita akan dapat pula mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di dalam suatu sistem politik. Indikasi kemampuan sistem politik dapat dilihat melalui input-input atau pengaruh-pengaruh yang masuk ke dalam sistem politik, baik dari lingkungan dalam maupun lingkungan luar.
            Menurut Almond ada enam jenis kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap sistem politik jenis-jenis kemampuan itu adalah:
1.      Kapabilitas Ekstraktif
Kapabilitas (kemampuan) ekstraktif adalah kemampuan daripada sistem politik dalam mengelola sumber-sumber material dan manusiawi dari lingkungan dalam maupun luar. Indikator dari kemampuan ini dapat dilihat dari berbagai segi. Salah satunya ialah dari jumlah sumber yang masuk ke dalam sistem politik dari berbagai tingkatan. Sebagai contoh misalnya, pemerintah dalam memperoleh pendapatan menggunakan cara apa, apakah melalui cara yang sah sesuai undang-undang atau cara kekerasan.
2.      Kapabilitas Regulatif (Pengaturan)
Kemampuan regulatif adalah kemampuan sistem politik untuk mengendalikan atau mengatur tingkah laku individu-individu atau kelompok-kelompok individu yang ada dalam suatu sistem politik. Untuk mengoptimalkan kemampuan regulatif biasanya dibuat aturan-aturan tertentu yang membatasi tingkah laku individu. Contoh konkrit dari penerapan kemampuan sistem politik ini misalnya, dalam mengendalikan tingkah laku individu dalam suatu partai politik maka dibuatlah aturan tertentu bagi para anggota partai politik.
3.      Kapabilitas Distributif
Kapabilitas distributif merupakan suatu kemampuan sistem politik untuk mengalokasikan atau mendistribusikan sumber-sumber material dan jasa-jasa kepada individu-individu atau kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat. Indikator untuk mengukur kemampuan distributif dapat dilihat dari dua hal, yaitu:
·         Kuantitas dan nilai daripada objek yang ada dalam kegiatan distribusi tersebut.
·         Bidang-bidang kehidupan manusia yang tersentuh oleh kegiatan distribusi dan bagian-bagian dari penduduk yang menerima keuntungan adanya distribusi.
4.      Kapabilitas Simbolis
Kapabilitas simbolis merupakan kemampuan yang memberi gambaran tentang efektivitas mengalirnya simbol-simbol daripada suatu sistem politik ke dalam lingkungan dalam maupun luar. Simbol-simbol yang dimiliki suatu sistem politik lazimnya meliputi nilai-nilai yang dianut oleh para pemimpin, hari-hari besar nasional, upacara kemiliteran ataupun kunjungan-kunjungan pejabat-pejabat negara. Indikator dari kemampuan ini dapat dilihat pada tingkat partisipasai masyarakat dalam mengikuti rapat-rapat umum, hari-hari besar nasional, parade bendera, dan sebagainya. Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap simbol-simbol ini dapat menyebabkan timbulnya kritik atau ejekn terhadap para pejabat negara
5.      Kapabilitas Responsif
Kapabilitas responsif merupakan kemampuan sistem politik dalam menanggapi tuntutan-tuntutan, tekanan-tekanan, atau dukungan-dukungan yang berasal dari lingkungan dalam maupun luar. Indikator dari kemampuan ini dapat diukur dari tingkat kepekaan dari sistem politik terhadap arus tuntutan, tekanan, atau dukungan itu. Dengan demikian suatu sistem politik dianggap mempunyai kemampuan responsif rendah apabila ia kurang memperhatikan tuntuan-tuntutan atau tekanan-tekanan baik dari lingkungan dalam maupun luar.
6.      Kapabilitas Domestik dan Internasional
Kapabilitas domestik dan internasional adalah kemampuan domestik dan internasional yang memperlihatkan keberadaan suatu sistem politik dalam lingkungan dalam (domestik) maupun luar (internasional).
Tingkah laku internasional suatu sistem politik dapat dilihat dari:
a.       Kemampuan ekstraktif  internasional
Sistem politik jika dilihat dari besarnya pendapatan yang diperoleh dalam kegiatan perdagangan internasional.
b.      Kemampuan regulaif internasional
Sistem politik jika dilihat dari seberapa jauh suatu sistem politik dapat melakukan penetrasi politik ke dalam sistem politik negara lain.
c.       Kemampuan distributif internasional
Sistem politik dapat dilihat dari subsidi, hadiah, pinjaman ataupun bantuan teknik dari negara lain.
d.      Kemampuan responsif internasional
Sistem politik dapat dilihat dari politik luar negeri yang dijalankan oleh suatu negara.

0 komentar

Posting Komentar

Popular Posts