Label 3

Minggu, 23 Februari 2014

Setan Musuh yang Nyata



Setan Musuh yang Nyata


            Sesungguhnya musuh yang nyata bagi manusia versi Allah SWT adalah setan, seperti yang tertera dalam QS. Yasiin: 60, yang artinya:
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
Selain itu setan bukanlah berwujud gaib tapi juga dapat berwujud manusia, seperti dalam QS. Al-An’aam: 112. Maka dari itu sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dan merasa lebih baik dari orang lain dia adalah keturunan setan (QS. Shaad: 75-76).
            Selain itu setan juga mempunyai beberapa kelebihan atau strategi untuk menyesatkan manusia, kelebihan itu antara lain:
Ø  Doanya terkabul tetapi tidak diridhai Allah (QS. Shaad: 79)
Ø  Mempunyai kekuasaan Allah yang digunakan untuk menyesatkan manusia (QS. Shaad: 82)
Ø  Tidak mempunyai teritorial/ bebas menyesatkan manusia
Ø  Jumlahnya lebih banyak dari manusia (QS. Al-A’raaf: 17-16)
Ø  Diberi tata cara oleh Allah SWT untuk menyesatkan manusia (QS. Al-Isra’: 61-65)
Ø  Merupakan pasukan elite/ kiriman dari Allah SWT (QS. Maryam: 83)
Melihat begitu banyaknya kelebihan musuh kita, maka hendaknya kita mempunyai strategi untuk menghadapinya, antara lain:
ü  Termasuk ke dalam orang-orang yang mukhlis (QS. Shaad:83-84)
ü  Mengikuti jalan yang lurus yakni Al-qur’an (QS. Al-Hijr: 41), karena apabila kita berpaling dari ajaran Allah yaitu Al-qur’an maka akan dikirimkan kepada kita setan-setan (QS. Az-Zukhruf: 36).
Oleh karena itu, pentinglah bagi kita untuk selalu memohon perlindungan Allah dari gangguan setan yang terkutuk (QS. Fushilat: 36), termasuk ketika kita akan membaca Al-qur’an (QS. An-Nahl: 98). Caranya ialah dengan senantiasa membaca ta’awudz setiap saat.
            Lalu sejak kapan setan mulai menggoda kita? Setan mulai menggoda kita semenjak kita mempunyai keinginan (QS. Al-Hajj: 52). Jadi setan mulai masuk dalam kehidupan kita dari kita tidur sampai tidur lagi. Maka dari itu hendaknya kita selalu berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk (QS. Al-Mu’minun: 97-98), yaitu dengan cara selalu membaca ta’awudz karena sesungguhnya ayat yang paling ditakuti setan adalah ta’awudz, bukannya ayat kursi atau yang lain seperti anggapan banyak orang.
            Sesungguhnya setan hanyalah menakut-nakuti seseorang dengan kemiskinan sehingga banyak orang kikir (QS. Al-Baqarah: 268). Setan masuk ke dalam diri manusia melalui beberapa sifat-sifat, antara lain:  
·        Kesombongan (QS. Shaad:75)
·        Merasa lebih baik (QS. Shaad: 76)
·        Kikir (QS. Al-Baqarah: 268)
·        Perselisihan (QS. Al-Israa': 53)
·        Boros (QS. Al-Israa': 27)
·        Tidak mau tolong-menolong (QS. Al-Furqaan: 29)
·        Mangajak keji dan munkar (QS. Al-Baqarah: 169)
·        Membangkitkan angan-angan kosong (QS. An-Nisaa': 120)
·        Memandang baik perbuatan maksiat (QS. Al-Hijr: 39)
·        Saling membenci dan permusuhan
·        Tidak bertanggung jawab (QS. Al-Hasyr: 16)

0 komentar

Posting Komentar

Popular Posts